Diskusi Persiapan Pasamuan Agung Mursyid Thoriqoh Syathoriyah

Written By Pragev Pralistya on Kamis, 08 September 2016 | 09.33.00

Diskusi Persiapan Pasamuan Agung Mursyid Thoriqoh Syathoriyah - Pada hari Minggu tanggal 28 Agustus 2016 beberapa Mursyid Thoriqoh Syathoriyah dari berbagai daerah telah berkumpul bersama panitia dan perwakilan jamaah thoriqoh syathoriyah dari ponpes Darul Ulum Rejomulyo. Beberapa Mursyid yang hadir diantaranya adalah KH. Moch. Nurul Islam selaku tuan rumah acara tersebut, KH. Dr. Dhiyauddin Qhuswandi dari Malang, KH. Muhammad Nurwaji dari Grobogan, KH. Guritno Curigo dari Ponorogo dan KH. Ubaidilah Ridho dari Takeran.

Acara tersebut digelar dalam rangka untuk mempersiapkan agenda kegiatan yang berskala Nasional bahkan bisa jadi internasional yaitu Pasamuan Agung Mursyid Thoriqoh Syathoriyah Senusantara. Rencananya Pasamuan Agung tersebut akan digelar selama 3 hari yaitu pada tanggal 28,29, dan 30 Oktober 2016.
Diskusi dibuka oleh ketua panitia yaitu Mas Supriyadi, yang dilanjut sambutan pembuka oleh para Mursyid Thoriqoh Syathoriyah yang hadir pada saat itu.

Sambutan pertama dibuka oleh shohibul bait yaitu KH. MOCH. Nurul Islam dari ponpes Darul Ulum Rejomulyo. Beliau mengucapkan banyak terima kasih kepada semua yang hadir dalam diskusi tersebut karena acara yang akan digelar nanti merupakan Hajat bersama, yang skalanya nasional bahkan bisa jadi internasional.

Diskusi Persiapan Pasamuan Agung Mursyid Thoriqoh Syathoriyah

Beliau juga memaparkan bahwa Pasamuan Agung Mursyid Thoriqoh Syathoriyah tersebut nantinya selain untuk menjalin ukuwah silaturahmi para mursyid juga sebagai wadah pencerah bagi masyarakat sehingga bisa meluruskan serta menjawab pemikiran-pemikiran dan isu-isu yang mungkin beredar dan bernada negatif tentang Thoriqoh Syathoriyah. Beliau menambahkan dalam acara tersebut nantinya para mursyid akan saling melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada.

KH. Nurwaji dari Grobokan juga sependapat dengan KH MOCH. NURUL ISLAM menyampaikan bahwa arah dari acara tersebut akan membuka fakta mengenai keberadaan thoriqoh syathoriyah di nusantara.
Diskusi Persiapan Pasamuan Agung Mursyid Thoriqoh Syathoriyah

KH. Curigo Guritno dari ponorogo memberikan masukan kepada panitia dalam hal teknis pelaksanaan acara pasamuan agus tersebut. Beliau menuturkan bahawa panitia kanoman harus benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya dengan penuh matang-matang. Tidak boleh setengah-setengah harus totalitas mengingat ini adalah perhelatan berskala nasional.
Diskusi Persiapan Pasamuan Agung Mursyid Thoriqoh Syathoriyah

KH. Ridho dari takeran sedikit menambahkan bahwa acara pasamuan agung tersebut benar-benar mendapat respon positif dari para mursyid atau dalam acara tersebut dinamakan panitia kasepuhan. Acara tersebut akan menjadi tonggak sejarah thoriqoh syathoriyah dinusantara.
Diskusi Persiapan Pasamuan Agung Mursyid Thoriqoh Syathoriyah

Terakhir KH. Dr. Dhiyauddin Qhuswandi dari malang memaparkan sejarah babad thoriqoh syathoriyah dinusantara. Doktor yang telah meneliti dan melalang buwana mencari sahabat-sahabat mursyid thoriqoh syathoriyah tersebut menjelaskan bahwa thoriqoh syathoriyah lah yang telah menemani bangsa indonesia di masa-masa penjajahan. Banyak sekali tokoh-tokoh bangsa ini yang ternyata juga seorang syathoriyah. diantaranya, Raden Haji Umar Said Cokroaminoto dari Tegalsari ponorogo, kemudian pangeran diponegoro yang konon mendapat ilmu syathoriyah dari KH. Abdurachman Tegalrejo Magetan, dan masih banyak lagi lainya.

Diskusi Persiapan Pasamuan Agung Mursyid Thoriqoh Syathoriyah
Rencananya DR. KH. Dhiyauddin Qhuswandi juga akan membedah silsilah babad Thoriqoh Syathoriyah di nusantara pada saat gelaran Pasamuan Agung tersebut. Dalam acara nanti akan diagendakan beberapa kegiatan diantaranya, Mauidhoh Khazanan oleh KH. Habib Lutfi Bin Ali Bin Yahya dari pekalongan, Sarasehan sejarah Thoriqoh Syathoriyah oleh KH. Dr. Dhiyauddin Qhuswandi dari malang, Pentas Budaya oleh KH. Nurwaji dari Grobokan, serta juga akan diadakan sidang musyawarah para mursyid thoriqoh syathoriyah dari seluruh nusantara.

Telah diputuskan dalam diskusi tersebut bahwa acara Pasamuan Agung Mursyid Thoriqoh Syathoriyah tersebut akan dilaksanakan selama 3 hari yaitu mulai tanggal 28, 29, dan 30 Oktober 2016 bertempat di Pondok Pesantren Darul Ulum Rejomulyo.


Blog, Updated at: 09.33.00

0 komentar:

Posting Komentar