Pasamuan Agung Mursyid Tarekat Syattariyah Nusantara

Written By Pragev Pralistya on Jumat, 14 Oktober 2016 | 08.27.00

Pasamuan Agung Mursyid Tarekat Syattariyah Nusantara - Keberadaan Tarekat Syattariyah di Nusantara yang di mulai di Aceh oleh Syeh Abdul Rouf Singkel. Dalam perkembanganya telah menyebar sampai di seluruh Nusantara terutama di Jawa. Dan dalam perkembangannya sumbangsih para ulama Mursyid dan Jammiyah Tarekat Syattariyah dalam masa perjuangan dan dalam proses kemerdekaan Indonesia tidak terelakan existensinya seperti kita ketahui tokoh-tokoh pejuang dari Tarekat Syattariyah adalah Pangeran Diponegoro, Kyai Abbas Buntet, Syekh Yusuf Al makasari, Sultan Agung Hanyokrokusumo, Kyai Imam Mursyid Muttaqin takeran dsb adalah tokoh-tokoh pejuang bangsa.

Pasamuan Agung Mursyid Tarekat Syattariyah Nusantara

Forum Pasamuan Agung Mursyid Tarekat Syattariyah ini lahir dan ada merupakan salah satu bentuk kesadaran para generasi muda yang tergabung dalam Tarekat Syattariyah dari berbagai Sanad Kemursyidan di Pulau Jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya akan perlunya sebuah Pasamuan Agung para Mursyid Syattariyah dalam bingkai penguatan Aqidah Ahlussunah Waljama’ah dan ke NKRI-an.
Sejarah besar dari para tokoh, Mursyid dan Jammiyah Thoriqah Syattariyah di Nusantara menjadikan kita haram hukumnya jika kita berpangku tangan dan tidak melakukan apapun di zaman Kemerdekaan ini. Perjuangan bukan hanya pada zaman penjajahan dimana penjajahan Kaum Imperialisme tidak pernah akan berakhir dan kita dalah penerus para pejuang terdahulu untuk tetap mempertahankan akidah Ahlussunah Waljamaah dalam bingkai Ahluth Tarekat Syattariyah dalam menggapai cita-cita besar para pejuang kita yaitu Keutuhan NKRI dan Masyarakat yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur dalam karidor Satu Nusa Satu Bangsa.

Forum Pasamuan Agung Mursyid Tarekat Mu’tabaroh Syattariyah ini merupakan kumpulan kader-kader dan Mursyid Tarekat Syattariyah di seluruh Jawa pada khususnya dan Indonesia pada umunya, dengan melihat realitas bahwa besarnya jammaah Ahluth Thoriqah Mu’tabaroh Syattariyah dan para Mursyidnya yang tersebar di seluruh Indonesia namun masih terputus-terputus dan belum terangkainya sebuah Pasamuan Agung Ahluth Thoriqah Mu’tabaroh Syattariyah.

Pada hari pertama para peserta pasamuan akan diajak melakukan ziarah dimakam para mursyid di wilayah Tegalrejo dan Takeran.

Pasamuan Agung Mursyid Tarekat Syattariyah Nusantara agenda utama nantinya adalah melaksanakan sidang yang terkait dengan permasalahan yang sedang dihadapi bangsa ini. Sidang akan membahas 3 tema yaitu tentang umat, Ke-Indonesiaan, dan tentunya Ke-Syattariyahan.

Selain agenda utama yaitu sidang-sidang, panitia juga menjadwalkan agenda sarasehan sejarah islam di nusanta, bersama beberapa ulama dari dalam negeri maupun mancanegara. Dari dalam negeri yaitu KH. Dr. Dhiyauddin Qhuswandi dan KH. Agus Sunyoto dari malang. Seperti yang kita ketahu ki agus sunyoto adalah seorang penulis buku terkemuka. Salah satu bukunya yang apling terkenal adalah Atlas Walisongo.
Dari mancanegara rencananya akan ikut berpartisipasi dalam sarasehan tersebut yaitu Prof. Syukri dari Malasyia.

Semoga acara yang akan digelar nanti berlangsung dengan lancar sampai nantinya menghasilkan keputusan-keputusan sidang yang bisa setidaknya sebagai wadah dalam menghadapi berbagai masalah yang dihadapi bangsa ini.

Bagi anda khususnya jemaah tarekat syattariyah dimanapun berada jika berminat berpartisipasi dalam hal infaq dana silahkan bisa ditujukan ke rekening panita pasamuan agung dibwah ini :
Bank : BCA
No Rekening : 1771760860
An : Supriyadi Sukron.

Kami haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi anda yang telah dengan tulus ikhlas berpartisipasi untuk menyukseskan acara tersebut. Segala perbuatan sekecilapapun jika didasarkan atas dasar ikhlas insya Allah, Allah SWT akan melimpahkan barokah yang berlipat amin...!

Blog, Updated at: 08.27.00

1 komentar:

  1. sayang seribu sayang acara munas syathoriyah ini tidak seperti yang berlaku di acara - acara thoriqah yang lain . diantaranya tidak dibacanya secara resmi sholawat Thoriqiyah dan sholawat syathoriyah serta sholawat asnawiyah atau sholawat kebangsaan , juga tidak dijawab beberapa pertanyaan yang telah masuk ke sekertariat panitia munas yaitu 44 masalah thoriqah dari berbagai daerah.

    BalasHapus